Laporan Pemeriksaan Arsen dan Timbal
Mata Kuliah : Penyehatan Makanan Minuman-A
(PMM-A)
Dosen : Khiki
Purnawati Kasim, SST., M.Kes
LAPORAN HASIL
PRAKTIKUM LOGAM BERAT
ARSEN (As) DAN TIMBAL (Pb)
ARSEN (As) DAN TIMBAL (Pb)
DISUSUN OLEH :
IRANA DEWI MARJUNI
P0. 71.4.221.15.1.018
TINGKAT II.A
KELOMPOK 3
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Laporan Hasil Praktikum Logam berat Arsen(As)
dan Timbal (Pb)”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Penyehatan
Makanan dan Minuman-A (PMM-A).
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan
bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Makassar, April 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
B. TUJUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PRAKTIKUM
A. ARSEN
(As)
B. TIMBAL
(Pb)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
B. PEMBAHASAN
BAB
V PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Saat
ini sering kali kita jumpai penjual kukis disekitar jalan raya, dekat pasar, dan
tempat-tempat umum lainnnya. Kadang-kadang para pedangang tidak memperhatikan
sanitasi lingkungan tempat mereka menjual, seperti di dekat TPS. Kendaraan yang
lalu lalang biasa menyebabkan adanya kandungan timbal pada kukis tersebut.
Salah
satu biota laut adalah udang, dimana tempat perkembangbiakannya di laut. Kita
telah ketahui bahwa dilaut merupakan tempat aliran limbah industri perkapalan
yang menyebabkan salah satu faktor adanya Arsen pada udang.
B.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui kadar Arsen (As) pada udang.
2. Untuk
mengetahui kadar Timbal (Pb) pada kukis.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Logam merupakan bahan pertama yang dikenal
oleh manusia dan digunakan sebagai alat-alat yang berperan penting dalam
sejarah peradaban manusia. (Darmono, 1995)
Logam berat masih termasuk golongan logam
dengan criteria-kriteria yang sama dengan logam lain.
Pemeriksaan logam berat yang dilakukan pada
makanan adalah Arsen (As) dan Timbal (Pb). Arsen (As) merupakan unsure yang
melimpah secara alami dengan nomor atom 33, berat atom 74,92 gr/mol, memiliki 2
bentuk padatan, yaitu kuning kehitaman dan abu-abu, termasuk dalam golongan
semi-logam, dan mudah patah.
Arsen
(As) adalah salah satu logam toksik yang sering diklasifikasikan sebagai logam,
Tetapi lebih bersifat nonlogam. Tidak seperti logam lain yang membentuk kation,
Arsen (As) dialam berbentuk anion, seperti H2AsO4 (Ismunandar, 2004).
Arsen (As) tidak rusak oleh lingkungan, hanya berpindah menuju air atau tanah
yang dibawa oleh debu, hujan, atau awan. Beberapa senyawa Arsen (As) tidak bisa
larut di perairan dan akhirnya akan mengendap di sedimen. Senyawa arsen pada
awalnya digunakan sebagai pestisida dan hibrisida, sebelum senyawa organic
ditemukan, dan sebagai pengawet kayu (Copper Chromated Arsenic (CCA)).
Timbal (Pb) pada awalnya adalah logam berat
yang secara alami terdapat di dalam kerak bumi. Namun, timbal juga bisa berasal
dari kegiatan manusia bahkan mampu mencapai jumlah 300 kali lebih banyak
dibandingkan Pb alami. Timbal merupakan logam yang bersifat toksik melalui
konsumsi makanan, minuman, udara, air, serta debu yang tercemar timbal.
Intoksikasi timbal bisa terjadi melalui jalur oral, lewat makanan, minuman,
pernafasan, kontak lewat kulit maupun mata.
Timbal yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui
saluran pencernaan akan didistribusikan ke dalam berbagai jaringan tubuh oleh
darah. Pengaruh negatif timbal dalam tubuh adalah menghambat sintesisheme, dan
juga menggangu sistem saraf terutama pada pelepasan neurotransmitter seperti
acetilkolin (Rice, D.C dan Gilbert. 1985).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Arsen
(As)
1. Waktu
dan Tempat
Nama Pengambil :
Yosi Anjas Ningrum
Sampel :
Udang
Tempat/asal :
Pannampu (Pelelongan ikan/laut)
Tanggal/waktu :
2 April 2017/18.30 WITA
2. Prosedur Kerja
Alat
· Gelas
ukur
· Erlenmeyer
· Arsenic
test : Kertas arsenic test, Botol arsenic test
· Timbangan
digital
· Gelas
ukur 5 ml
· Mortar
dan pastle
Bahan
· Sampel
udang
· Aquades
· Arsenic
test :
Reagen As-1
Reagen As-2
Cara Kerja
1. Timbang
sampel udang sebanyak 10 gr
2. Ambil
aquades di simpan pada gelas ukur 50 ml
3. Kemudian
haluskan sampel udang dengan menggunakan mortar dan pastle, berikan aquades
sedikit demi sedikit hingga halus, tambahkan aqudest sebanyak 50 ml dan
haluskan sampai halus secara merata.
4. Setelah
halus masukkan kembali pada gelas ukur sebanyak 50 ml, kemudian masukkan ke
gelas ukur yang berukuran 5 ml.
5. Setelah
itu masukkan ke botol arsenic test
6. Masukkan
bubuk reagen arsen (1) dan arsen (2) masing – masing 1 sendok, kemudian
homogenkan.
7. Masukkan
kertas arsenic test pada botol arsenic test dan diamkan selama 20 menit.
8. Setelah
20 menit , baca hasilnya.
B.
Timbal (Pb)
1.
Waktu dan Tempat
Nama Pengambil : Yosi Anjas Ningrum
Sampel :
Kue kukis
Tempat/asal : Pannampu (sekitar pasar)
Tanggal/waktu :
3 April 2017/06.30 WITA
2.
Prosedur
Kerja
Alat · Gelas ukur
· Erlenmeyer
· Timbangan digital
· Spectroquant nova 60
· Gelas ukur 5 ml
· Mortar dan pastle
Bahan
· Kue kukis
· Aquades
· Reagent Pb
Cara Kerja
1. Timbang
kukis sebanyak 10 gr
2. Ambil
aqudest sebanyak 50 ml ke dalam gelas ukur
3. Kemudian
haluskan sampel dengan menggunakan mortar dan pastle
4. Berikan
aquades sedikit demi sedikit sebanyak 50 ml hingga halus
5. Masukkan
sampel kukis sebanyak 5 ml dan simpan kembali ke dalam gelas ukur 50 ml dan di
aduk.
6. Kemudian
tambahkan reagen pb sebanyak 3 tetes dan masukkan sampel pada Spectroquant nova
60
7. Baca
hasilnya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
1.
Arsen
(As)
Sampel udang yang diperiksa ditemukan kadar Arsen (As) sebesar 0,02 mg/l
2.
Timbal
(Pb)
Sampel kukis yang diperiksa ditemukan kadar Timbal (Pb) sebesar 7,38
mg/l
B.
Pembahasan
1.
Arsen
(As)
Pemeriksaan Arsen (As) digunakan sampel udang, pemeriksaan yang
dilakukan menggunakan metode Arsenic Test dengan bubuk reagen As-1 dan As-2
sampel yang diperiksa ditemukan Arsen pada udang sebesar 0,02 mg/l.
Adanya kadar Arsen pada sampel udang
dapat dipengaruhi karena adanya faktor-faktor lingkungan yang ada di
sekitar industry perkapalan. Kemungkinan adanya arsen pada udang dari adanya
proses alamiah, hasil aktivitas manusia terutama hasil limbah industry.
2.
Timbal
(Pb)
Pemeriksaan Timbal (Pb) digunakan sampel kue kukis, pemeriksaan yang
dilakukan menggunakan metode atau alat Spectroquant Nova 60 dengan penambahan
reagen Pb pada sampel yang sudah melalui proses pengenceran sebanyak 5 kali.
Dengan hasil yang diperoleh 7,38 mg/l.
Adanya kadar Timbal pada kue kukis tersebut karena tempat penjualan yang
tidak memungkinkan disekitar pasar kepadatan manusia dan juga aktivitasnya. Timbal
juga bisa terdapat pada wadah yang digunakan mengandung timbal, bahan yang
digunakan, serta kontak langsung oleh udara. Kandungan timbal yang berlebih akan memberikan
efek racun bagi tubuh manusia apabila dikonsumsi secara berlebih atau secara
terus menerus.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari hasil yang didapatkan
udang yang diperiksa mengandung Arsen (As) 0,02 mg/l dan melebihi batas
maksimum SNI, dimana batas maksimum cemaran Arsen (As) dalam pangan untuk udang
dan krustasea 1,0 mg/kg dan maksimum cemaran logam berat dalam produk pangan 0,25
mg/kg.
Timbal dalam pemeriksaan kue
kukis yang didapatkan 7,38 mg/l dan melibihi batas maksimum SNI, dimana batas
maksimum cemaran logam berat dalam produk pangan 0,25 mg/kg.
B.
Saran
Sebaiknya para pedagang dan pembeli memperhatikan
kondisi lingkungan yang ada disekitarnya, agar tidak berdampak kepada orang
lain dan juga diri sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Widowati, Wahyu. Astiana Sastiono dan Raymond
Jusuf.2008.Efek Toksik Logam Yogyakarta.
ANDI.
Arikimia.blogspot.com/2013/06/laporan-penentuan-kadar-timbal-pb.html?m=1,
diakses pada tanggal 05 April 2017
www.atlm.web.id/2016/11/makalah-arsenic.html?m=1, diakses pada tanggal 05 April 2017

Postingannya sangat bermanfaat karena menambah wawasan
BalasHapusLaporannya kerenn ... sangatt bermanfaat
BalasHapusTerima kasih atas referensonya Semoga referensinya bermanfaat
BalasHapusHaii irana.. kita sekelompok kan ? Selain SNI apa standar baku mutu yg dpt digunakan dalam pemeriksaan logam berat pada makanan ?
BalasHapusThank you
Makasih referensinya sangat membantu;)
BalasHapusLatar belakang terlalu singkat dan analisa perlu spesifik
BalasHapus