Laporan Hasil Praktikum Pemeriksaan Vibrio cholera
Mata Kuliah : Penyehatan
Makanan Minuman-A (PMM-A)
Dosen :
Khiki Purnawati Kasim, SST., M.Kes
LAPORAN HASIL
PRAKTIKUM
PEMERIKSAAN VIBRIO CHOLERA
DISUSUN OLEH :
IRANA DEWI MARJUNI
P0. 71.4.221.15.1.018
TINGKAT II.A
KELOMPOK 3
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT,
karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Laporan
Hasil Praktikum Pemeriksaan Vibrio
Cholera”. Makalah ini diajukan guna memenuhi
tugas mata kuliah Penyehatan Makanan dan Minuman-A (PMM-A).
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan
waktunya. Makalah laporan ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan
informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan
bagi kita semua.
Makassar, Juni 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
B. TUJUAN
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
BAB
III METODE PRAKTIKUM
A. ALAT
DAN BAHAN
B. PROSEDUR KERJA
BAB
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
B. PEMBAHASAN
BAB
V PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Cholera
umumnya merupakan penyakit yang menyebar karna sanitasi yang buruk yang
menyebabkan kontaminasi sumber air. Cara ini jelas merupakan mekanisme utama
penyebaran penyakit cholera dalam lingkungan masyarakat miskin di Amerika
selatan.
Kasus-kasus
sporadic muncul karna kerang yang diambil dari perairan pantai yang tercemar
oleh kotoran, dimakan mentah. Cholera dapat juga ditularkan oleh kerang yang
dipanen dari air yang tidak tercemar karena V. cholera O1 merupakan bagian dari
Mikrobiota penghuni alami perairan pantai.
Vibrio
Cholera memproduksi racun Cholera, model untuk Enteretoksin, yang tindakan pada
epitel mukosa bertanggung jawab atas diare karakteristik penyakit kolera. Dalam
masnifestasi exterm, kolera adalah salah satu penyakit fatal cepat paling
dikenal seseorang yang sehat dapat menjadi hipotensi satu jam setelah timbulnya
gejala dan mungkin meninggal dalam waktu 2-3 jam jika pengobatan tidak
disediakan lebih umum, penyakit ini berlangsung dari bangku cair pertama yang
mengejutkan di 4-12 jam, dengan kematian berikut dalam 18 jam untuk beberapa
hari.
B. Tujuan
1.
Mahasiswa dapat
mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan vibrio.
2.
Mahasiswa dapat
melakukan pemeriksaan vibrio.
3.
Mahasiswa dapat
menentukan jenis vibrio pada sampel makanan yang diperiksa.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Vibrio berbentuk bengkok, gram
negati, dapat bergerak mempunyai satu flagel kutub. Vibrio cholera dan vibrio
yang sejenis menyebabkan cholera pada manusia. Kolera bukan infeksi yang
invasif.
V. parahaemolyticus memiliki suhu
pertumbuhan optimum 35˚C-37˚C, dengan suhu maksimum 42˚C-44˚C dan suhu minimum
10˚C-13˚C dan pH 5,0-8,5 dengan pH optimum 7,5-8,6.
V. parahaemolyticus dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit yaitu air encer, kejang perut, mual,
muntah, pusing, demam dan menggigil. Gejala gastroenteitis bervariasi dari
ringan sampai berat, berbeda dengan gejala kolera yang biasanya tidak disertai
dengan muntah berat dan sakit perut. V. Parahaemolyticus berkembangbiak dengan
cepat didalam saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama feses selama penderita
terserang infeksi.
V. parahaemolyticus ditemukan pada
makanan hasil laut : seperti udang, kepiting, ikan, kerang, lopster dan
sebagainya. Bakteri ini banyak dilaut, terutama didaerah iklim tropis atau pada
musim panas.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan
Alat
·
Tabung reaksi
·
Gelas ukur
·
Pipet ukur
·
Petridish
·
Beaker glass
·
Tabung durham
·
Incubator
·
Autoclave
·
Lampu spritus
·
Balp
·
Ose
Bahan
·
Sampel makanan dan
minuman
·
Air pepton alkalis
·
Tripel Sugar Iron
Agar (TSIA)
·
Kliger Iron Agar
(KIA)
·
Media gula-gula
(Maltosa, Manit, Sakarosa, Laktosa, Glukosa)
·
Aquadest
B. Prosedur Kerja
1.
Hari I
·
Timbang sampel
makanan dan minuman masing-masing 10 gram.
·
Blender dengan air
pepton sebanyak 90 ml.
·
Ambil sampel 1-2
mata ose, lalu masukkan dalam air pepton alkalis.
·
Eramkan dengan suhu
37˚C selama 18-24 jam.
2.
Hari ke-II
·
Amati perubahannya
jika keruh (kuning), biru kehijauan dinyatakan positif.
·
Ambil 1-2 mata ose
tanam pada media TSIA/TCBS dengan cara zig-zag dan tusuk sampai dasar.
·
Eramkan dengan suhu
37˚C selama 1 x 24 jam.
·
Pembuatan media
gula-gula.
3.
Hari ke-III
·
Amati, dinyatakan
postifi jika timbul arna kuning pada media TSIA/TCBS.
·
Ambil 1-2 mata ose
kemudian celupkan pada larutan maltosa, manit, sakarosa, laktosa, glukosa, dan
KIA dengan zig-zag dan tusuk sampai kedasar.
·
Eramkan dengan suhu
37˚C selama 1 x 24 jam.
4.
Hari ke-IV
Amati dan cocokkan
dengan tabel.
BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A. Hasil
Hasil
setelah pemeriksaan hari pertama
Makanan : negatif
Minuman : negatif
Tidak
ada perubahan air menjadi keruh (kuning) ataupun biru kehijauan
B. Pembahasan
Pada pemeriksaan Vibrio cholera hanya menggunakan waktu
satu hari, karena hasil setelah pemeriksaan makanan dan minuman negatif dengan
warna yang tetap.
Bakteri Vibrio cholera masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Biasanya masuk ke
dalam tubuh melalui air minum, makanan laut atau lainnya yang terkontaminasi
oleh bakteri tersebut seperti air yang telah terkontaminasi dengan kotoran yang
terinfeksi.
Dilihat dari sampel yang diperiksa tidak ada bahan makanan laut, jadi kurangnya
kontaminasi yang dapat timbul akibat bahan makanan tersebuh sehingga hasil yang
didapatkan negatif bakteri Vibrio cholera. Untuk minuman juga didapatkan hasil
yang negatif karena sampel menggunakan air yang telah masak dan tidak adanya
kontaminasi antara air dan kotoran manusia. Selain itu, pada minuman sangat
jarang ditemukan Vibrio cholera.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa
tidak adanya perubahan terhadap sampel makanan dan minuman yang dinyatakan
negatif Vibrio cholera. Karena penggunaan bahan makanan hanya menggunakan kanji
dan tepung. Sedangkan air yang digunakan air yang sudah matang dan layak untuk
dimunum. Selain itu, Vibrio cholera sangat senang berkembangbiak pada
hasil-hasil laut.
B. Saran
Apabila senang dengan hasil-hasil laut sebaiknya mencuci dengan bersih agar
tidak adanya kontaminasi yang menyebabkan adanya Vibrio cholera terhadap bahan
makanan.
Komentar
Posting Komentar